Saturday, December 05, 2009

High School Friends

These are some pictures of me and my friends. I just enjoy my days with them in the school. I love X-2. BARAKUDA ROCK!!












xo xo ♥♥

Sunday, November 08, 2009

High School


I've been studying in 48 Senior High School for 5 months. Almost half a year! Honestly, to be a senior high school student is soooo hard for me. It can say my time for go to bed is so few just because of the assignments from school. Maybe not only me, but also every high school students. Senior high school is very different with junior high school. I feel the differences. But some people say that senior high school moment is the the most precious moment with friends. Because in senior high school the solidarity is number one. I think it's right. If I look from the other side, senior high school is not too bad. Even though too much assignments that I have to do, but in high school I learn to be not egoist, shared out each other with friends, care of each other, etc. And I really feel the convergent.

When I came to high school for the first time, I felt so stupid. I thought that I was the most stupid student in my school. I knew my rank was not good at there so I thought I was the most stupid student LOL! I was so silent in class. Most of my new friends is very talkative. But, what about me? I just shut my mouth. I couldn't do anything. I was still in the process to adaptation in my new school. Bit by bit I tried to speak up like my friends did. I tried to be like them. And it works till now :) And now, I'm not afraid to speak up in front of many people. And in high school, I also learn to stand alone and brave.

From my experience, I just realized that high school is not just study to pass exams, do the assignments. But we can learn anything in senior high school. We can also finding new friends. That's why everyone says to me that "Senior high school moment is the most precious moment. So, don't waste you time by doing useless things in senior high school. Enjot it!".

Sunday, October 11, 2009

Kaya dan Miskin

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.

Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

"Bagaimana perjalanan kali ini?"

"Wah, sangat luar biasa Ayah"

"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.

"Oh iya" kata anaknya

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.

"Saya saksikan bahwa :

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."


Sebenarnya...

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.

Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.


Jujur setelah ngebaca ini gw jadi mikir, iya juga ya. Kita terlalu memikirkan hal-hal yang berbau duniawi. Kita ga pernah merasa puas dengan apa yang kita punya dan bahkan tidak pernah bersyukur! Ini bisa kita jadikan pelajaran yang berarti untuk semua orang termasuk gw. Jadi kesimpulannya kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya. Kalau berlebihan juga nggak baik. :DD -NITA

Thursday, September 24, 2009

Selamat Idul Fitri Loves!

I'm sorry I haven't posted anything lately. Lagi males posting nih habisnya bosen banget bangetan. Gue pengen banget ngubah template gue cuma ribet gitu deh jadinya males. Oh iya Selamat hari raya Idul Fitri ya minal aidin walfaidzin.

Gue kemaren sore baru aja sampe rumah habis mudik. Capek gilaaa pusing di mobil terus. Sekarang sih udah bebas. Terus sempet juga berendam air panas di Guci.


Ok, gue bener-bener lagi males nih. Maybe someday I'll be back with my amazing post for you guys :D

See ya!

Friday, August 21, 2009

Happy Fasting!

I just wanna say :

HAPPY FASTING TO ALL MUSLIMS AROUND THE WORLD!

Please forgive me from all my mistakes that I've done :)

Friday, August 07, 2009

Mari Kita Teruskan (Enid Blyton)

Ini adalah sebuah cerita karya Enid Blyton seorang penulis buku cerita anak berkebangsaan Inggris yang populer. Judulnya "Mari Kita Teruskan". Cerita yang sangat lama tetapi sangat berkesan.

Mari Kita Teruskan

by Enid Blyton

Ibu Susan sangat baik hati. Beliau selalu menolong orang lain yang memerlukan bantuannya. Itulah sebabnya beliau disayangi oleh semua orang. Tetapi, bila ada seseorang yang bertanya, "Apa yang bisa kulakukan untuk membalas budimu?". Maka, jawabnya selalu adalah, "Oh, jangan pikirkan hal itu. Teruskan saja kebaikan yang kau terima itu kepada orang lain!"

"Bu, apa sih maksud Ibu mengatakan supaya orang meneruskan kebaikan kepada orang lain?" tanya Susan pada suatu hari.
"Ibu tak menginginkan orang membayar budi baik Ibu, Susan. Ibu lebih senang kalau orang yang menerima kebaikan Ibu mau berbuat baik kepada orang yang lain. Itu artinya meneruskan kebaikan!"
"Oh, begitu," ucap Susan sambil tersenyum. "Alangkah manisnya! Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melakukan kebaikan untuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi. Dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi."
"Benar," sahut Ibu. "Gagasan yang manis sekali, bukan? Kalau semua orang begitu, dunia ini tentu akan penuh dengan perbuatan baik."
"Ah, aku mau meniru Ibu," kata Susan. "Nah, Bu --- sekarang berbuatlah suatu kebaikan kepadaku, lalu katakanlah, 'Teruskan kebaikan ini kepada orang lain, Susan!' "
"Baiklah," ucap Ibu. "Akan Ibu jahitkan bonekamu yang sudah rusak hingga ia utuh kembali. Mana bonekanya?"

Susan memberikan bonekanya kepada Ibu, dan Ibu pun segera duduk menjahitnya. Pekerjaan itu tak mudah. Ibu perlu waktu cukup lama untuk memperbaikinya. Tetapi pekerjaan Ibu tak sia-sia. Ketika telah selesai diperbaiki, boneka Susan kembali cantik dan utuh seperti semula.

"Ini, Susan," kata Ibu seraya memberikan kembali boneka Susan.
"Terima kasih Bu,," Susan berkata.
"Jangan berterimakasih kepada Ibu, Nak. Teruskan saja kebaikan yang kau terima ini kepada orang lain," ucap Ibu segera. Maka, sepotong kebaikan pun memulai perjalanannya.

Susan melakukan kebaikan yang dianjurkan Ibunya. Ia bertemu dengan Nyonya Down yang sudah tua, sedang menenteng tas berat sambil berjalan. "Mari kubawakan tas itu, Nyonya Down!" kata Susan sambil mengambil alih tas berat dari tangan perempuan tua itu.

Susan membawakan tas itu sampai ke rumah Nyonya Down. Betapa pegal rasa lengannya. "Terima kasih," ujar Nyonya Down. "Kuberikan kau uang se-penny sebagai tanda terima kasihku atas kebaikan yang kau berikan."
"Terima kasih, Nyonya Down. Tapi, jangan berikan uang itu kepadaku," sahut Susan cepat. "Teruskanlah kebaikanku tadi kepada orang lain."
"Oh, alangkah manisnya," kata Nyonya Down. "Tentu Nak, akan kuteruskan kebaikan yang kuterima ini kepada orang lain!"

Nyonya Down pun menunggu-nunggu kesempatan untuk meneruskan kebaikan itu. Saat yang ditunggu-tunggu tibalah. Tuan Dick lewat di depan rumahnya. Ia berjalan terpincang-picang, karena kakinya sudah tak kuat lagi. Nyonya Down menyapanya. Ditanyakannya ke mana laki-laki tua itu hendak pergi.

"Rotiku tak datang tadi pagi," balas Tuan Dick. "Jadi aku terpaksa berjalan jauh pulang-pergi ke kota untuk mengambilnya. Padahal rematik kakiku sedang kambuh.
"Oh, jangan susah-susah ke kota," ucap Nyonya Down. "Aku berjanji hendak meneruskan suatu kebaikan pada hari ini. Jadi, akan kuberi kau roti yang kauperlukan. Aku masih punya persediaan di lemari makan." Tuan Dick sangat girang. "Jangan ucapkan terima kasih kepadaku," Nyonya Down berkata. "Teruskan saja kebaikan ini kepada orang lain."

Tuan Dick pulang. Ia segera masuk ke dalam rumahnya, dan memotong roti pemberian Nyonya Down serta mengolesinya dengan mentega. Betapa baiknya hati Nyonya Down, pikirnya. Kebaikan semacam itu membuat orang lain merasa senang dan diperhatikan. Bagaimana caranya meneruskan kebaikan itu?

Seorang gadis cilik datang ke rumah Tuan Dick. Wajahnya ketakutan. Gadis itu memang takut pada Tuan Dick, karena Tuan Dick sering marah.
"Maaf, bolaku masuk ke kebun Anda. Bolehkah aku mengambilnya?"
"Tentu, tentu!" ujar Tuan Dick. "Mari kubantu mancarinya. Dan ini, ambillah apel ini untukmu!"
"Oh, terima kasih," ucap si Gadis Cilik sambil tersenyum manis hingga Tuan Dick merasakan kehangatan dalam hatinya. "Anda baik hati sekali, Tuan Dick."
"Dengarkan dulu pesaku sebelum kau pergi, Nak," ujar Tuan Dick. "Kau harus meneruskan kebaikan ini kepada orang lain. Mengerti? Jangan lupa, ya. Kebaikan ini supaya berputar dan tidak berhenti sampai di sini saja."
"Baik, Tuan Dick. Akan kuteruskan," sahut si Gadis. Hatinya senang bisa ikut serta meneruskan kebaikan. Sambil membawa bola dan buah apelnya, ia berlari-lari pulang. Sesampai di rumah terdengar olehnya Ibu mengaggil.

"Katie! Ibu tahu kau ingin bermain. Tapi, Ibu perlu mentega untuk memasak. Mentega kita sudah habis. Maukah kau pergi ke toko membeli sekaleng?"

Katie ingat akan janjinya hendak meneruskan sebuah kebaikan, "Baik, Bu. Aku pergi sekarang," sahutny. Ibunya sangat senang. Beliau bangga akan sikap anak gadisnya.
"Itu namanya anak manis," ibu Katie berkata ketika Katie kembali.
"Bu, teruskan kebaikan ini kepada orang lain," ucap Katie. Lalu Katie menceritakan pengalamannya di rumah Tuan Dick. Ibunya tersenyum.
"Tentu, Katie. Ibu akan meneruskan kebaikanmu," ujar beliau sambil berpikir bagaimana caranya. "Ah, aku tahu sekarang!" pikir beliau. "Aku akan membawaka buku dan puding buat Jack Brown. Ikutlah dengan Ibu, Katie! Biar Jack merasa senang. Kasihan anak itu. Sudah miskin, sakit pula."

"Ini namanya baru kebaikan yang bukan sekedar kebaikan, ya kan, Bu?" ujar Katie, gembira. Katie dan ibunya berangkat, membawa puding dan beberapa buah buku cerita. Betapa girang hati Jack melihat kedatangan mereka. Pudingnya langsung dimakan ketika Katie dan ibunya masih di sana.

"Kalian sangat baik hati," ujar Jack. "Mudah-mudahan aku bisa membalas budi baik kalian kelak."
"Tak usah, Jack," kata Ibu Katie. "Teruskan kebaikan kami kepadamu ini kepada orang lain lagi. Yang kami lakukan ini pun begitu. Meneruskan kebaikan yang kami terima dari orang lain!"

Jack tak henti-hentinya berpikir bagaimana caranya. Tentu saja sulit memikirkanperbuatan baik apa yang bisa dilakukannya ketika ia sedang sakit dan berbaring di tenpat tidur.

Setelah sembuh dan bisa berjalan-jalan seperti biasanya, Jack mencri jalan untuk meneruskan kebaikan yang pernah diterimanya kepada orang lain. Untunglah ia segera menemukan caranya. Ia menemukan sebuah sarung tangan tergeletak di jalan. Rupanya terjatuh dari tangan pemiliknya, karena ia terburu-buru. Dipungutnya benda itu, dan di bagian dalam terbaca sebuah nama. "Oh, kebetulan aku tahu rumahnya!" pikir Jack. "Tapi letaknya jauh dari sini. Ah, demi untuk meneruskan kebaikan yang pernah kuterima, akan kuantarkan juga sarung tangan ini meskipun aku harus berjalan jauh. Sebaiknya aku berangkat sekarang juga. Pasti Nyonya yang memiliki sarung tangan bagus ini senang." Maka pergilah dia. Jack merasa agak lelah, sebab tubuhnya belum sehat benar. Tetapi ia tidak berhenti sebelum sampai ke tempat tujuannya.

"Benar, ini saring tanganku! Oh, betapa senangnya, sarung tangan yang kusayangi ini kembali ke tanganku," ucap si Nyonya. "Kau sangat baik hati, Nak. Apa yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu?"
"Oh, tak perlu, Nyonya. Cukup bila Nyonya mau meneruskan kebaikan ini kepada orang lain," sahut Jack. "Hanya itu yang kuinginkan."
Bagaimana caranya, pikir si Nyonya, "Oh, aku tahu!" ujarnya tiba-tiba. "Akan kutulis sebuah cerita untuk anak-anak yang kukenal. Kalau mereka menganggapku baik mau bercerita kepada mereka, maka akan kukatakan kepada mereka, 'Coba teruskan kebaikan ini ---- kebaikan yang dimulai oleh Susan. Usahakan agar kebaikan semacam ini diteruskan dan diteruskan lagi hingga tak pernah berhenti!' "

Saturday, July 25, 2009

---pengen posting aja

Gak jelas ya judulnya. Ya intinya pengen posting aja.

Fiuh, I'm so tired lately. Tugas juga udah mulai numpuk padahal baru 2 minggu masuk sekolah huhu. Hmm rencananya gue mau bimbel lagi nih heyaaa rajin tapi gatau deh nyesuain sama jadwal dulu. Oh iya gue udah mutusin ikut ekskul mading nih buat langabnya juga gue mading, tapi setelah langab(pelatihan gabungan), Insya Allah ikut ekskul teater juga.




Oh iya follow my twitter ya! www.twitter.com/yunitawerdi

Tuesday, June 30, 2009

Oh Baby Tiger...

Almost everybody knows that I love cats. Cat is the cutest animal for me. Hehe dan gue sekarang punya 5 kucing tapi mau diminta 2 sama temen nyokap gue. As you know, cat is almost the same as tiger. Bedanya kucing jinak sedangkan harimau buas(kali) haha.



And I really really wanna have a baby tiger! Really! But just the baby hahaha.. Pengen banget rasanya miara bayi harimau tapi kalo udah gede masukin ke Taman Safari hahaha. Pengen banget bisa punya. Pernah mangku anak harimau tapi itu juga di Taman Safari. Saya maunya punyaaaaaaaaa.

Very cute, aren't they?







I'm sooo jealous of them!







Love ya!

Nita.

Sunday, June 21, 2009

June 20th!!!

HAPPY 15TH BIRTHDAY YUNITA WERDININGRUM (JUNE 20TH, 2009)

Thursday, June 04, 2009

NEW OFFICIAL BLOG


WWW.YUNITAWERDININGRUM.BLOG.COM

Tenang, blogspotnya nggak mungkin gue sia-siakan kok. Gue bakalan tetep posting di blog ini, tapi juga posting di blog baru gue :) ENJOY PALS!